MENGENAL ANDROID
Pengertian Android
Dilansir dari halaman Wikipedia, Android
adalah sistem operasi berbasis Linux yang dirancang untuk perangkat bergerak
layar sentuh seperti telepon pintar dan komputer tablet. Android awalnya
dikembangkan oleh Android, Inc., dengan dukungan finansial dari Google, yang
kemudian membelinya pada tahun 2005. Sistem operasi ini dirilis secara resmi
pada tahun 2007, bersamaan dengan didirikannya Open Handset Alliance,
konsorsium dari perusahaan-perusahaan perangkat keras, perangkat lunak, dan
telekomunikasi yang bertujuan untuk memajukan standar terbuka perangkat
seluler. Ponsel Android pertama mulai dijual pada bulan Oktober 2008.
Antarmuka pengguna Android
umumnya berupa manipulasi langsung, menggunakan gerakan sentuh yang serupa
dengan tindakan nyata, misalnya menggeser, mengetuk, dan mencubit untuk
memanipulasi objek di layar, serta papan ketik virtual untuk menulis teks.
Selain perangkat layar sentuh, Google juga telah mengembangkan Android TV untuk
televisi, Android Auto untuk mobil, dan Android Wear untuk jam tangan,
masing-masingnya memiliki antarmuka pengguna yang berbeda. Varian Android juga
digunakan pada Laptop, konsol permainan, kamera digital, dan peralatan
elektronik lainnya.
Pemograman Android
Hal-hal yang membuat Sistem operasi Android layak digunakan oleh pengguna atau dikembangkan para developer, diantaranya:
Hal-hal yang membuat Sistem operasi Android layak digunakan oleh pengguna atau dikembangkan para developer, diantaranya:
- Sistem operasi smartphone terpopuler
- Open Source
- Mempunyai Store sendiri
- Mempunyai Development Kit untuk Development
- Bahasa pemograman yang mendukung
- Perkembangan android
Mengapa Memilih Android
1. Sistem Operasi Smartphone Terpopuler
Sejak dirilis
tahun 2008, Google telah mengeluarkan beberapa versi, dengan “Pie" sebagai
versi yang terbaru. Pada tahun 2013, Android menjadi operation system (OS)
terlaris pada tablet dan smartphone. Tercatat pada tahun 2016, store Android
memiliki lebih dari 2.8 juta aplikasi. Android menarik bagi perusahaan
teknologi yang membutuhkan barang siap jadi, biaya rendah dan kustomisasi OS
untuk perangkat teknologi tinggi mereka. Hal ini menjadi daya tarik bagi banyak
perusahaan, sehingga mereka memilih Android.
2. Open
Source
Source code dari
Android bersifat open source. Ini adalah hal menarik bagi komunitas developer,
karena lisensi open source sangat mendukung untuk mengembangkan produknya
dengan aman.
3. Mempunyai
Store tersendiri
Aplikasi Android
bisa didistribusikan menggunakan web, copy APK, dan store. Store Android, yaitu
Google Play, merupakan cara termudah bagi para developer untuk medistribusikan
aplikasinya ke pasar yang memiliki miliaran pengguna. Google play merupakan
store resmi Android yang dikelola oleh Google. Pengguna bisa mencari dan
mengunduh aplikasi yang dikembangkan dengan menggunakan Android Software
Development Kit. Tidak hanya aplikasi yang ditawarkan di Google Play. Ada
beragam konten lainnya yang dapat dinikmati pengguna, misalnya media digital,
musik, buku, majalah, film dan program televisi.
4. Mempunyai
Development Kit untuk Developer
Android Software
Development Kit (SDK) merupakan kit yang bisa digunakan oleh para developer
untuk mengembangkan aplikasi berbasis Android. Di dalamnya, terdapat beberapa
tools seperti debugger, software libraries, emulator, dokumentasi, sample code
dan tutorial.
5. Bahasa
Pemograman yang mendukung
Bahasa pemrograman
yang sering digunakan untuk mengembangkan aplikasi Android adalah Java. Namun
ada beberapa bahasa lainnya yang dapat digunakan, sepertin C++, Go, dan Kotlin.
6. Perkembangan
Android
Versi Android
diawali dengan dirilisnya Android beta pada bulan November 2007. Versi
komersial pertama, Android 1.0, dirilis pada September 2008. Android
dikembangkan secara berkelanjutan oleh Google dan Open Handset Alliance (OHA),
yang telah merilis sejumlah pembaruan sistem operasi ini sejak dirilisnya versi
awal.
Daftar Versi Android
1. Android 1.0 & 1.1: Astro (Alpha) & Bender (Beta)
Kedua versi awal Android ini mungkin agak asing kamu dengarkan. Pasalnya versi Android 1.0 Astro (Alpha) dan Android 1.1 Bender (Beta) ini belum diluncurkan secara publik untuk kebutuhan komersil. Platform Android sendiri pertama kali diluncurkan pada September 2008 dengan andil Andy Rubin yang saat ini dikenal sebagai Bapak Android. Walau belum menggunakan nama makanan manis, kedua sistem operasi Android ini tentu menjadi pionir. Pasalnya di sinilah Android berlmua lewat smartphone pertama, HTC Dream, geng.
2. Android 1.5: Cupcake
Mulai dari versi ini, Android
menggunakan nama makanan manis untuk setiap versi yang diluncurkan. Android 1.5
Cupcake sendiri dirilis pada tanggal 30 April 2009 dengan berbagai fitur di
sebuah perangkat smartphone untuk menggantikan featured phone kala itu.
3. Android 1.6: Donut
Tentu pada awal perilisannya,
sistem operasi Android tetap memiliki banyak bug yang pengembangnya perlu
mengadakan perbaikan. Hal ini dilakukan pada Android 1.6 Donut yang dirilis
pada 15 September 2009. Ya artinya belum genap setahun semenjak perilisan
Android 1.5 Cupcake atau hanya berselang 5 bulan saja, geng! Android pun
menambahkan beberapa pembaruan, terutama dukungan pada layar smartphone yang
lebih besar.
4. Android 2.0 & 2.1: Eclair
Sama seperti versi sebelumnya,
Android 2.0 & 2.1 Eclair masih berfungsi untuk menutupi bug yang masih
ditemukan pada sistem operasi mobile ini. Di samping itu, Android juga menambah
berbagai fitur di dalamnya. Mulai dari dukungan Bluetooth hingga fitur kamera
yang mulai menjadi nilai jual smartphone kala itu. Android 2.0 & 2.1 Eclair
digunakan pada perangkat seperti HTC Nexus One.
5. Android 2.2: Froyo (Frozen Yoghurt)
Mulai versi ini Android tampaknya
sudah mulai dikenal luas oleh berbagai brand smartphone. Android 2.2 Frozen
Yoghurt alias Froyo ini dirilis pertama kali pada tanggal 20 Mei 2010. Walaupun
sudah mulai dipergunakan pada beberapa brand, namun tetap saja Android masih
kalah bersaing dengan Symbian yang mendominasi pasar featured phone. Android
2.2 Froyo memberikan peningkatan pada kecepatan kerja, fitur USB tethering,
WiFi hotspot, serta fitur keamanan, geng.
6. Android 2.3: Gingerbread
Belum setahun berselang lagi,
Android 2.3 Gingerbread kembali diluncurkan pada Desember 2010 dengan berbagai
peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini terutama pada tampilan tatap muka
alias user interface yang digunakan, geng. Mulai versi ini, banyak brand
smartphone mulai melirik menggunakan sistem operasi Android. Salah satunya
Samsung Galaxy Series yang populer hingga saat ini.
7. Android 3.0 & 3.2: Honeycomb
Untuk para pengguna smartphone
mungkin akan agak asing dengan versi Android yang satu ini. Android 3.0 &
3.2 Honeycomb yang menggunakan ikon lebah ini memang diperuntukkan
penggunaannya khusus untuk perangkat tablet. Tentu perilisan Android 3.0 &
3.2 Honeycomb pada 10 Mei 2011 ini untuk mendukung Samsung yang mulai merilis
perangkat tablet, Samsung Galaxy Tab Series untuk menyaingi Apple iPad loh.
8. Android 4.0: Ice Cream Sandwich
Selain itu, Android pun juga
merilis versi Android 4.0 Ice Cream Sandwich yang kembali diperuntukkan untuk
perangkat smartphone. Android 4.0 Ice Cream Sandwich sendiri dirilis pada 19
Oktober 2011 silam. Punya versi nama paling panjang hingga saat ini, Android
4.0 Ice Cream Sandwich memberikan banyak pembaruan. Mulai dari animasi yang
semakin halus, sederhana, dan mudah digunakan.
9. Android 4.1 & 4.3: Jelly Bean
Peningkatan signifikan terasa
saat menggunakan Android 4.1 & 4.3 Jelly Bean. Sistem operasi ini sendiri
pertama kali dirilis pada Juni 2012 dengan membawa sejumlah peningkatan
terutama di sektor pengolahan grafis. Dengan begini, tentu Android 4.1 &
4.3 Jelly Bean bisa memberikan peningkatan fungsi pada user interface dan
teknologi Vsync yang digunakannya.
10. Android 4.4: KitKat
Menggunakan nama brand cemilan
terkenal, Android 4.4 KitKat pertama kali dirlis pada Oktober 2013. Versi
Android terbaik ini pun bisa dikatakan menjadi favorit karena mendukung hampir
seluruh perangkat smartphone di dunia, geng. Hal ini dikarenakan Android 4.4
KitKat dapat memberikan optimalisasi yang baik, termasuk pada perangkat
smartphone yang memiliki spesifikasi kurang mumpuni alias cukup rendah saat
itu.
11. Android 5.0 & 5.1: Lollipop
Mulai beberapa versi ke belakang,
Android dan Google pun mulai secara rutin memperbarui sistem operasi mereka
dalam selang waktu setahun. Termasuk Android 5.0 & 5.1 Lollipop yang
dirilis dan diresmikan pada Juni 2014. Bisa dibilang Android 5.0 & 5.1
Lollipop menjadi pionir dibuatnya smartphone flagship dengan spesifikasi cukup
mumpuni. Versi Android ini sudah mendukung arsitektur 64-bit yang sudah
memungkinan penggunaan RAM di atas 3GB. Salah satunya ASUS Zenfone 2 yang sudah
mengusung RAM 4GB saat itu.
12. Android 6.0: Marshmallow
Android 6.0 Marshmallow menjadi
suksesor dari versi Android sebelumnya. Sistem operasi ini sendiri pertama kali
diperkenalkan pada Mei 2015 dan mulai dirilis pada Oktober 2015 silam. Sistem
operasi ini secara jelas memberikan peningkatan pada sistem keamanan dengan
dihadirkannya fingerprint sensor sebagai sistem keamanan biometrik yang
digunakan. Selain digunakan untuk mengunci layar, fingerprint sensor ini dapat
digunakan untuk otentikasi Google Play Store dan pembelian dengan menggunakan
Android Pay.
13. Android 7.0 & 7.1: Nougat
Untuk saat ini, sistem operasi
Android ini masih digunakan beberapa smartphone yang baru dirilis belakangan
ini. Android 7.0 & 7.1 Nougat pertama kali diperkenalkan pada Juni 2016
dengan menampilkan ikon robot Android dengan batangan Nougat. Sistem operasi
Android 7.0 & 7.1 Nougat mengalami perubahan dari segi tampilan antarmuka.
Selain itu ada juga fitur splitscreen untuk membagi tampilan layar untuk dua
aplikasi sekaligus.
14. Android 8.0 & 8.1: Oreo
Android 8.0 & 8.1 Oreo
menjadi sistem operasi Android paling terbaru yang banyak digunakan saat ini.
Sistem operasi ini dirilis secara stabil mulai Agustus 2017 sudah mengalami
pembaruan lewat versi Android 8.1 Oreo. Android 8.0 & 8.1 Oreo menjadi
versi Android kedua yang menggunakan makanan manis dari nama brand terkenal
setelah Android 4.4 KitKat. Sistem operasi ini menawarkan pengalaman
multitasking yang makin mumpuni dibanding versi sebelumnya. Selain itu ada juga
Project Treble yang memungkinkan pengguna mendapat pembaruan lebih cepat.
15. Android 9.0: Pie
Kemudian ada Android 9.0 Pie yang
secara resmi diperkenalkan pada Agustus 2018. Sistem operasi Android ini
memberi banyak ubahan, terutama untuk HP dengan desain baru. Misal Android 9.0
Pie memberikan navigasi berupa gesture yang menggantikan tombol fisik Home,
Back, dan Recent Apps. Fitur lainnya yang cukup berguna adalah sistem notifikasi,
pengatur kecerahan, hingga sistem screenshoot terbaru yang lebih memudahkan
kamu loh.
16. Android 10
Urutan versi Android terbaru di
tahun 2020 berakhir di Android 10. Tahun ini, Google merilis Android 10 sebagai
versi OS Android terbaru dari Android Pie. Sistem operasi ini punya banyak
fitur seru untuk memudahkan aktivitasmu. Fitur Live Caption bisa menambah
caption teks secara otomatis pada video yang kamu rekam. Ada juga fitur Smart
Reply supaya bisa memunculkan aplikasi Google ketika menulis alamat. Kemampuan
navigasi berbasis gesture dimaksimalkan di OS Android terbaru ini. Android 10
dirancang untuk hp Android masa depan yang tidak lagi menggunakan tombol menu
fisik untuk ke Home atau Back. Fitur Dark Theme juga dihadirkan supaya lebih
nyaman digunakan di malam hari. Versi Android terbaru ini mulai digulirkan
untuk hp Android terbaru di akhir 2019 hingga 2020.
Logo Android
![]() |
| Logo Pertama (maskot) |
![]() |
| Logo Versi terbaru (Android 10) |
- Logo terlihat seperti kombinasi robot dan bug hijau, diciptakan oleh Irina Blok saat dipekerjakan oleh Google.
- Dalam obrolan dengan The New York Times pada tahun 2013, Blok mengatakan bahwa satu-satunya petunjuk yang diberikan kepada tim desainnya oleh Google adalah membuat logo terlihat seperti robot.
- Dia mengklaim bahwa desain akhir diilhami sebagian dengan melihat logo toilet yang dikenal seperti “Pria” dan “Wanita”.
SUMBER :



Komentar
Posting Komentar